SERUAN KEPADA UMAT MUSLIM UNTUK BERSABAR DAN TIDAK MENDAHULUI KETETAPAN ALLOH SWT DALAM PILPRES 2019

Share

Paska proses pemungutan suara sebagai bagian dari proses penyelenggaraan Pemilu 2019 yang meliputi Pileg dan Pilpres 2019 beberapa hari yang lalu, tensi perpolitikan nasional tidak kunjung turun. Dalam situasi tersebut, umat Islam yang telah terseret masuk dalam konflik kepentingan dan politik semakin hari semakin dieksploitasi oleh kelompok tertentu untuk dijadikan tameng sekaligus mesin politik dalam rangka meraih kekuasaan.

Dalam konteks pendidikan dan partisipasi politik, tentu saja hal tersebut membawa nilai positif, khususnya bagi umat muslim di Indonesia, karena dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran dan partisipasi politik umat muslim terus meningkat. Akan tetapi di sisi lain, kondisi politik yang terus memanas berpotensi menempatkan umat muslim Indonesia sebagai korban dari pertarungan politik nasional.

Indikasi tersebut telah begitu jelas terlihat dalam beberapa tahun terakhir, dimana fragmentasi di dalam umat muslim Indonesia terus meningkat dan menguatkan dengan dilandasi oleh pilihan dan kepentingan politik kelompok tertentu. Fragmentasi ini tentunya sangat mengancam ukhuwah Islamiyah di kalangan umat muslim.

Di lain pihak, munculnya dorongan untuk memaksakan kepentingan politik melalui jalur-jalur inkonstitusional, menjadi ancaman bagi keutuhan dan persatuan bangsa. Dalam beberapa hari terakhir, kita dapat melihat bahwa ada upaya dari kelompok tertentu untuk mengklaim kemenangan dalam Pilpres 2019 secara sepihak. Sementara di sisi lain, proses penghitungan suara masih berlangsung dan belum ada keputusan resmi dan sah secara hukum dari KPU mengenai pihak mana yang menjadi pemenang dalam kontestasi Pilpres 2019. Hal ini tidak hanya melanggar etika hukum yang ada, tetapi telah melanggar larangan Alloh SWT, yaitu:

 

ا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

 

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al Hujurat: 1)”

 

Tidak sebatas mengklaim kemenangan secara sepihak, kelompok tersebut berusaha menciptakan narasi-narasi yang menggiring opini publik bahwa telah terjadi kecurangan dalam Pilpres 2019 yang dilakukan oleh pihak penguasa maupun pemerintah yang direpresentasikan oleh KPU. Lebih berbahaya dari itu, narasi tersebut telah dibuat sedemikian rupa sehingga muncul opini bahwa kelompok penguasa beserta seluruh afiliasinya adalah musuh umat Islam.

Narasi dan penggiringan opini ini tidak hanya mengancam stabiitas keamanan nasional, tetapi juga telah mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, mengancam ukhuwah Islamiyah diantara umat muslim, serta berpotensi menjadikan umat muslim sebagai korban dari pertarungan kepentingan politik nasional.

Menyikapi kondisi tersebut, maka kami sebagai salah satu elemen gerakan Islam, menyerukan beberapa hal berikut kepada seluruh umat muslim di Indonesia:

  • Bersabar dalam menunggu dan menghadapi ketetapan Alloh SWT;
  • Tidak terjebak dan terprovokasi oleh narasi-narasi negatif serta penggiringan opini yang dimainkan oleh pihak-pihak tertentu;
  • Memberikan dukungan kepada pemerintah, dalam hal ini KPU, untuk bisa menjalankan tugasnya dengan baik, dan menetapkan keputusan dengan sebenar-benarnya, tanpa intimidasi dan kecurangan;
  • Mengedepankan sikap menahan diri dan menghindari perdebatan yang lebih banyak mendatangkan mudhorot dibandingkan manfaat;
  • Menjauhkan diri dari prasangka atau sangka buruk (suudzon) terhadap apapun, mengedepankan tabayyun, sehingga tidak menjadi korban fitnah dan hoax yang semakin gencar saat ini;
  • Menghentikan sikap saling mencela dan memaki diantara sesama umat muslim, terlebih sikap saling mengkafirkan diantara sesama umat muslim.

 

Semoga kita semua dapat terus menjaga dan mempererat ukhuwah dan silaturahmi diantara kita sesama umat muslim, dan semoga siapapun pemimpin yang terpilih nantinya, dapat menjadi pemimpin yang amanah dan membawa keberkahan bagi Agama dan Negara.

Robbana afrigh ‘alaina shobron wa tsabit aqdhomanaa wanshurnaa ‘alal qoumil kafiriin…wa’tashimu bihabbillah.

Leave A Reply

*