PERNYATAAN SIKAP TERHADAP KASUS PEMBAKARAN BENDERA BERLAFADZ TAUHID-KALIMAH SYAHADAT DI GARUT JAWA BARAT

Share

Menyikapi terjadinya peristiwa pembakaran bendera berlafadz tauhid-syahadat yang terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat dalam kegiatan perayaan Hari Santri Nasional beberapa waktu yang lalu, maka kami selaku bagian dari umat muslim Indonesia sekaligus bagian dari gerakan Islam di Indonesia menyampaikan beberapa pernyataan sikap sebagai berikut:

  • Menyayangkan dan mengecam tindakan pembakaran yang dilakukan oleh beberapa oknum Banser. Apapun alasan tindakan tersebut, dalam pandangan kami, tidak sepatutnya bendera tersebut dibakar, karena jika bicara dalam sudut pandang hukum yang berlaku, jika tindakan pengibaran bendera berlafadz tauhid tersebut dianggap sebagai provokasi yang melanggar hukum ataupun kesepakatan, sudah seharusnya bendera yang diamankan tersebut tidak dibakar, melainkan disimpan dengan baik sebagai bukti;
  • Bahwa penggunaan lafadz tauhid-kalimah syahadat sebagai simbol organisasi maupun simbol sebuah pernyataan dan tindakan merupakan hak seluruh umat muslim, sehingga mengidentikan penggunaan lafadz tauhid-kalimah syahadat dengan HTI adalah hal yang tidak tepat;
  • Dalam simbol dan logo organisasi kami yang juga menggunakan lafadz tauhid-kalimah syahadat adalah dalam rangka menegaskan gerakan kami dalam menegakan kalimah tauhid dalam tiap diri umat muslim melalui implementasi dzikir. Dalam hal ini mengidentikan kelompok dan ormas Islam yang menggunakan simbol-simbol tauhid sebagai kelompok radikal dan makar secara serampangan adalah sesuatu yang sama sekali tidak berdasar;
  • Menyesalkan proses penegakan hukum yang tidak berjalan adil, dimana para pelaku pembakaran tidak mendapatkan sanksi hukum, di satu sisi, alasan tidak adanya niat jahat dari pelaku pembakaran yang menjadi alasan pihak kepolisian tidak dapat memproses hukum pelaku pembakaran, masih sangat debatable secara hukum. Oleh karena itu, kami menuntut penegakan hukum yang adil dengan memproses secara hukum para pelaku pembakaran hingga pengadilan.
  • Mengecam segala bentuk politisasi terhadap kasus ini, baik yang dilakukan oleh kelompok pro-pemerintah maupun kelompok oposisi yang justru membuat masalah ini semakin jauh dari substansi dan justru memperbesar resiko terjadinya konflik horizontal di kalangan umat muslim.
  • Menghimbau kepada seluruh umat muslim, baik yang pro maupun kontra untuk bisa saling menahan diri, menghindari tindakan saling menghina dan mencaci satu sama lain, menghindari berbagai upaya provokasi dan adu domba diantara sesama umat muslim, karena sejatinya musuh kita yang terbesar bukan terdapat pada diri orang lain, melainkan ada pada diri kita sendiri.

Demikianlah pernyataan sikap ini kami sampaikan, semoga kita semua dilindungi dari segala fitnah akhir zaman, semoga selalu diberkahi segalanya, semuanya, selamanya. Robbana afrigh ‘alaina shobron wa tsabit aqdhomanaa wanshurnaa ‘alal qoumil kafirin…

 

Bandung, 18 Safar 1440 H

 

 

Uwais al Ikhwani

An Najmus Tsaqib

Leave A Reply

*