An Najmus Tsaqib Gelar Diskusi Lintas Ormas Islam Terkait Kasus Pembakaran Bendera Berlafadz Tauhid

Share

Bandung – Dalam rangka menjaga ukhuwah Islamiyah diantara ormas-ormas Islam serta sebagai salah satu ruang diskusi dan tabayyun menyikapi kasus pembakaran bendera berlafadz tauhid di Garut beberapa waktu lalu, An Najmus Tsaqib gelar diskusi dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) hari ini (30/10/2018).

Diskusi yang diselenggarakan di Hegarmanah meeting room Hotel Ardan Jl. Sederhana No. 8-10 Kota Bandung tersebut dihadiri oleh perwakilan dari beberapa ormas dan kelompok gerakan Islam di seputar wilayah Bandung Raya yaitu Mashun Sofyan (Visi Generasi), Ardhiana (Gema Pembebasan), KH. Musrofa (Perwakilan MUI), Ust. Hari Nugraha (KPUB/FUI), Ust. Abu Ghifari (Tazkia Forum), H. Asep Kurnia (Persis), Agung Setiawan (Pemuda Istiqomah), dan Ust. Jujun (Madhussalam).

Dalam keterangan resminya, Ketua An Najmus Tsaqib sekaligus yang bertindak sebagai moderator dalam diskusi, Bagus Setiawan, menyatakan bahwa tujuan utama dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk mendorong proses penegakan hukum yang adil terhadap kasus pembakaran bendera berlafadz tauhid serta menolak segala bentuk politisasi terhadap kasus ini.

“Kalimah tauhid merupakan milik seluruh umat Islam, oleh karena itu penggunaannya dalam simbol organisasi Islam adalah hal yang wajar. Penggunaan kalimah tauhid tidak bisa serta merta diidentikan dengan HTI, banyak organisasi Islam yang menggunakan kalimah tauhid dalam simbol organisasinya, termasuk kami An Najmus Tsaqib. Dengan demikian, tindakan pembakaran bendera berlafadz tauhid bagi kami apapun alasannya tidak bisa dibenarkan”, ucap Bagus.

“Oleh karena itu kami mendorong pihak kepolisian agar bisa menjalankan tugasnya secara profesional dan adil dalam kasus ini. Disamping itu kami juga menghimbau kepada seluruh elemen dan kelompok umat Islam untuk bisa saling menahan diri, menghindari saling cela dan menghina, dan mewaspadai segala bentuk politisasi atau upaya untuk menunggangi dan mengeksploitasi kasus ini demi kepentingan politik”, tegas Bagus.

Dalam diskusi, Mashun Sofyan dari Visi Generasi menyatakan bahwa ada kecenderungan munculnya sikap phobia terhadap kalimah tauhid dan ada upaya yang sistematis dari kelompok tertentu untuk saling membenturkan umat Islam.

“Sebelum kasus pembakaran bendera tauhid, kami juga mengalami kasus yang menunjukan adanya phobia terhadap kalimah tauhid, yaitu penggerudukan markas kami oleh kelompok tertentu dikarenakan program yang kami jalankan, yaitu “Sebar 1 Juta Topi Tauhid” dianggap sebagai agenda tersembunyi dari HTI, yang bagi kami merupakan tuduhan yang sama sekali tidak berdasar”, ucap Mashun.

Berbeda dengan itu, Ust. Abu Ghifari dari Tazkia Forum lebih mengingatkan tentang bahaya yang lebih besar dari munculnya kasus ini.

“Hal yang lebih berbahaya adalah kepentingan politik para politisi terhadap kasus ini, dimana pernyataan para politisi terkait kasus ini justru berdampak negatif terhadap kerukunan umat Islam”, tegas Ust. Abu Ghifari.

Lain halnya dengan H. Asep Kurnia sebagai perwakilan Persis, beliau menyampaikan tentang janggalnya berbagai keterangan terkait kasus ini.

“Dalam kasus ini saya melihat ada keterangan yang tidak masuk akal dari pernyataan pihak kepolisian, mulai dari profil pembawa bendera, motif pembakaran, hingga perkembangan kasusnya hingga hari ini” ucap H. Asep.

“Ke depan saya menyarankan kepada pihak kepolisian, jika terjadi kasus semacam ini, ada baiknya tidak langsung ditindak, akan tetapi dilakukan musywarah diantar apara ormas Islam yang ada, sebagai ruang untuk tabayyun sekaligus menemukan langkah yang tepat dalam menangani kasus tersebut”, tambah H. Asep.

 

Diskusi tersebut menghasilkan beberapa kesimpulan penting, yaitu sebagai berikut:

  1. Bahwa seluruh peserta sepakat menyatakan tindakan pembakaran bendera tauhid merupakan penodaan terhadap agama Islam;
  2. Tindakan pembakaran bendera tauhid dan kasus-kasus lain yang bersinggungan dengan umat Islam merupakan grand design kelompok tertentu untuk memecah belah umat;
  3. Harus diperbanyak ruang-ruang diskusi dan komunikasi diantara ormas-ormas Islam untuk menetralisir perbedaan sehingga meminimalisir potensi perpecahan;
  4. Mendorong penegakan hukum kasus pembakaran bendera tauhid secara adil dan transparan dan meminta agar para pelaku pembakaran bendera diproses secara hukum. (BS)

Berita ini juga tayang di Jabar Expose dengan judul: Jaga Ukhuwah Islamiyah, An Najmus Tsaqib Gelar Diskusi Lintas Ormas Islam Terkait Kasus Pembakaran Bendera Berlafadz Tauhid

Leave A Reply

*