“ANTISIPASI GESEKAN KEPENTINGAN DIANTARA KELOMPOK DAN ORMAS ISLAM, NAJMUS TSAQIB GELAR DISKUSI DENGAN TEMA UKHUWAH ISLAMIYAH”

Share

Rabu, 03 Januari 2018

Bertempat di Favehotel, Kabupaten Garut, Najmus Tsaqib bekerjasama dengan perwakilan Ormas Islam di Kabupaten Garut menggelar diskusi terbatas dengan tema “Membangun Ukhuwah Islamiyah Diatas Kepentingan Politik dan Kelompok”.

Diskusi ini dilatarbelakangi oleh perkembangan situasi politik yang semakin dinamis memasuki tahun 2018 dan menjelang beberapa momentum politik di Jawa Barat, dimana perkembangan politik lokal dan nasional telah menjebak kelompok-kelompok dan ormas Islam, baik lokal dan nasional dalam sebuah pertarungan kepentingan politik dan kelompok, sehingga nilai-nilai Ukhuwah yang menjadi salah satu nilaid asar dalam Islam semakin terkikis.

Menurut Bagus Setiawan selaku Ketua An Najmus Tsaqib, tujuan dari digelarnya diskusi sebagai media silaturahmi sekaligus riset sosial, adalah untuk mendorong kembali implementasi Ukhuwah Islamiyah dalam konteks pertarungan kepentingan politik dan kelompok. Diskusi ini juga diharapakan dapat mengkampanyekan komitmen bersama untuk menjaga Ukhuwah Islamiyah di atas kepentingan politik dan kelompok.

Hadir sebagai partisipan dalam diskusi tersebut adalah Irfan Apriansyah (PURI Kab. Garut), Fikri Zakaria (Forum Kajian Mahasiswa STTG), Dian Noviar Nugraha (Ketua Pemuda Muhammadiyah Kab. Garut), Zamzam Hamzah (Wakil Ketua Pemuda Muslimin Kab. Garut), Hasbi Shiddiq (Ketua TPPK UNIGA), dan An an Aminah Umar (PMII Kab. Garut).

Dalam diskusi tersebut, seluruh partisipan sepakat bahwa dalam kerangka ukhuwah Islamiyah yang demikian, maka perwujudan ukhuwah Islamiyah tergantung kepada tiga hal, pertama kesadaran untuk membangun toleransi dalam memandang perbedaan dengan mengacu kepada Islam sebagai rahmatan lil alamin. Kedua, membangun komunikasi yang baik diantara kelompok dan ormas Islam dengan mengedepankan tabayyun dan khusnudzon. Ketiga, optimalisasi peran MUI sebagai mediator dalam terjadinya konflik kepentingan diantara kelompok dan ormas Islam.

Di akhir diskusi seluruh partisipan berkomitmen untuk terus mengkampanyekan pembangunan komunikasi yang intensif diantara sesama kelompok dan ormas Islam, meskipun memiliki kepentingan politik/kelompok yang berbeda, dengan mengedepankan persaudaraan Islam dan tabayyun.

(Redaksi An Najmus Tsaqib)

Leave A Reply

*