HAKIKAT KHUSYU

Share
KHUSYU’ menurut bahasa berarti tunduk, takluk, menyerah.
Menurut Syaikh Aljurjani :
الخاشع المتواضع لله بقلبه وجوارحه
Orang yang khusyu’ adalah orang yang tawadhu / merendah kepada Alloh dengan hati dan seluruh badannya.
Khusyu identik dengan ibadah sholat.
Padahal sesungguhnya khusyu harus ada
1. Di dalam Sholat
2. Di luar Sholat
Hadrot Syaikh Muhammad Abdul Gaos Ra.qs bersabda:
12 tahun sebelum ada sholat, Alloh telah mengajarkan khusyu’.
Bagaimana mungkin bisa khusyu ketika Sholat yang hanya 5 menit, jika diluar sholat tidak bisa khusyu’.
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ……
Apakah belum datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk khusyu hatinya dengan dzikir kepada Alloh…. [Surat Al-Hadid 16]
Ayat ini menerangkan khusyu secara muthlaq ketika sholat ataupun di luar sholat.
Adapun cara khusyu’ ketika sholat diterangkan dengan ayat ini
(وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ *
الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ)
Dan minta tolonglah kalian dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhnya sholat itu berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu.
Yaitu orang-orang yang yakin sesungguhnya mereka sedang bertemu dengan Alloh dan sesungguhnya mereka kembali kepada Alloh.
[Surat Al-Baqarah 45-46]
Intinya khusyu’ itu berkaitan dengan ingat kepada Alloh alias dzikir kepada Alloh.
(إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي)
Sesungguhnya Aku adalah Alloh. Tiada Tuhan selain Aku.
Maka sembahlah Aku…..
Dan tegakkan sholat untuk mengingatku (untuk Dzikir kepada Ku….) [Surat Thoha 14]
Sedangkan dzikir ada caranya dan harus ada pembimbingnya…
Yang tidak tahu cara Dzikir harus bertanya ke ahli dzikir …jangan salah nanya….
(…….ۚ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ)
Bertanyalah pada Ahli dzikir jika kalian tidak tahu….. [Surat An-Nahl 43]
Memang sebagian ulama menjelaskan cara khusyu ‘ diantaranya:
  1. Tundukkan kepala lihat sajadah jangan lihat kemana-mana….Itu benar… tapi itu tidak menjamin khusyu hati…Terkadang dengan melihat tempat sujud (sajadah) malah ingat pabrik sajadah, harga sajadah, beli sajadah ini dimana…. kadang jadi mikir gambar sajadah…. lalu siapa yang menggambar di sajadah ini…. dll…
  2. Konsentrasi pada bacaan, fahami arti bacaan sholat…Itu juga benar… tapi kasihan mayoritas muslim orang-orang yang tidak faham bahasa arab….dan ini juga tidak menjamin ingat kepada Alloh… karena bacaan sholat diantaranya al-quran beragam isinya, tidak hanya tentang Alloh….Ibadah, cari nafkah, alam semesta, Rizki, tumbuhan, hewan dll… semua ada di alqur’an.
  3. Ingat lah surga dan neraka ketika sholat …. itu juga benar …bisa membantu khusyu badan kita, tapi tidak menjamin ingat kepada Alloh.. malah ingat bidadari yang cantik-cantik…. dst.

 

Tetap tidak bisa tidak….!
Sholat wajib khusyu’
1. Khusyu’ badannya
2. Khusyu’ hatinya.
dan inti khusyu’ hati itu Dzikir.
Dzikir harus ditalqinkan oleh Ahlinya…..
Tanpa ditalqin dzikir, seumur hidup tidak akan pernah tahu khusyu….
Tanpa di TALQIN dzikir, semua keterangan tentang khusyu’ hanya jadi teori…
Walaupun bodoh tidak faham bacaan sholat kalau sudah ditalqin, sudah punya alat khusyu….
Hadrot Syaikh Muhammad Abdul Gaos Ra.qs bersabda:
Khusyu’ bukan nangis. Nangis bukan khusyu’.
Nangis hanya reaksi dari khusyu’.
Nangis karena sakit hati, karena putus cinta, karena ingin “sesuatu “…. itu bukan khusyu’, itu cengeng, jangan dibawa dalam sholat…
KHUSYU’ ADALAH DZIKIR KHOFI
DZIKIR KHOFI ADALAH HAKIKAT KHUSYU’
تعوذوا بالله من خشوع النفاق.. قالوا وما خشوع النفاق يا رسول الله ؟ قال خشوع البدن نفاق القلب
Berlindunglah kalian kepada Alloh dari khusyu munafik.
Sahabat bertanya:
Apa khusyu munafik itu wahai Rasulullah….?
Rasulullah saw menjawab:
Yaitu khusyu badannya munafik hatinya.
(HR. AHMAD)
============
Ahluttalqin Ahluddzikri Guru Khusyu’ Zaman ini ialah.
Hadrotussyaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul …… رضي الله عنه وقدس الله سره
Penulis: Muhammad Aang Rahmat

Leave A Reply

*